Pendidikan
Pendidikan berpengaruh kepada sikap wanita
terhadap kesehatan. Rendahnya pendidikan membuat wanita kurang perduli terhadap kesehatan. Mereka tidak mengenal bahaya atau ancaman kesehatan yang
mungkin terjadi terhadap diri
mereka. Sehingga walaupun sarana yang baik tersedia mereka kurang dapat
memanfatkan secara optimal karena rendahnya pengetahuan yang mereka miliki. Faktor sosio ekonomi clan
pendidikan yg rendah satu sama lain
sangat eras hubungannya. Kualitas sumber daya manusia sangat tergantung
dari kualitas pendidikannnya. Dengan
demikian, program pendidikan mempunyai
andil besar terhadap kemajuan sosialekonomi suatu bangsa. Menurut
Indonesia Human Development Report 2004, Indonesia telah berhasil meningkatkan rata-rata lama sekolah dari 6,7 tahun
pada tahun 1999 menjadi 7,1 tahun
pada tahun 2002. Bahkan menurut
Susenas 2000, meningkat menjadi masingmasing
6,5 tahun dan 7,6 tahun untuk penduduk perempuan dan laki-laki.
Telah diakui
bahwa kemampuan membaca clan menulis merupakan ketrampilan dasar yang
dibutuhkan penduduk untuk mampu mengemukakan
pendapat. Sampai dengan tahun 2004,
persentase perempuan yang melek huruf terns mengalami peningkatan,
meskipun persentasenya masih lebih rendah dari laki-laki. Pada tahun 2004, masih terdapat 11,71 persen perempuan
usia 10 tahun ke atas tidak bisa membaca dan menulis dibanding laki4aki yang hanya 5,34 persen.
Persentase ini telah mengalami penurunan signifikan masing-masing dari
14,16 persen dan 6, 31 persen pada tahun 2000.
Usia Harapan Hidup
Umur harapan hidup
pada suatu umur adalah sebagu rasa-rasa jumlah tahun kehidupan yang
masih dijalani oleh seseorang yang telah
berhasil mencapai umur tepat x dalam
situasi mortalitas. Di Indonesia angka harapan hidup perempuan pada
tahun 2005 mencapai 71,1 tahun Angka harapan
hidup pada suatu usia merupakan indikator untuk menunjukkan derajat
kesehatan dan status sosial ekonomi secara
umum. Semakin tinggi angka harapan
hidup dapat dikatakan semakin tinggi derajat kesehatannya. Berdasarkan WHO
(1999) angka harapan hidup orang
Indonesia menempati urutan ke 103 di dunia.
Angka Kematian Ibu
Kematian ibu
adalah kematian pada ibu yang terjadi pada
saat kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh komplikasi/ penyulit kehamilan, persalinan dan nifas. Angka kematian ibu menjadi
salah satu indikator derajat
kesehatan masyarakat. Kehamilan, persalinan dan nifas merupakan proses
yang alamiyah. Tingginya angka kematian ibu menunjukan rendahnya derajat kesehatan. Angka kematian ibu di
Indonesia pada tahun 2006 sebesar
226/100.000 kelahiran hidup. Menurut WHO penyebab tingginya Angka Kematian Ibu,
dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu, infeksi
(pasta persalinan, aborsi, PMS),
perdarahan ( antepartum, post partum) dan penyulit persalinan (CPD, mal
presentasi) sedangkan 5 penyebab utama
kematian ibu adalah abortus,
eklamsia, persalinan terhambat, perdarahan post partum, sepsis
puerpereal.
Keterlambatan bearati kematian. Tahap-tahap keterlambatan
yaitu terlambat mengambil keputusan untuk
mencari pelayanan, keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan dan keterlambatan menerima penanganan yang
tepat. Keterlambatan mengambil keputusan di
pengaruhi oleh faktor status ekonomi, status pendidikan, status wanita
dan karakteristik penyakit. Keterlambatan dalam mencari fasilitas kesehatan dipengaruhi jarak, transportasi, jalan dan biaya. Sedangkan keterlambatan dalam menerima penanganan yang tepat di
pengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diharapkan para wanita di dalam
fasilitas pelayanan kesehatan dan jenis pertolongan yg tepat (staf yang ahli,
obat-obatan, peralatan steril, darah untuk tranfusi).
Tingkat Kesuburan
Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kesuburan Umum adalah jumlah lahir hidup pertahun dibagi
dengan jumlah wanita usia subur pertengahan
dalam persen atau permil. Berdasarkan
SDKI 2002/2003 tingkat kesuburan di indonesi mencapai 2,6 perempuan.
Angka ini menunjukkan tingkat reproduksi indonesia tinggi dan populasi seperti ini akan meningkatkan angka kelahiran.
Seperti yang telah diketahui ada
beberapa permasalahan kependudukan yang di alarm Inddonesia antara
lain beban jumlah penduduk yang
besar. Jumlah penduduk Indonesia menempati
urutan ke 4 terbesar setelah China, India, USA. faktor utama yg
mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk ialah
tingkat kelahiran. Tingginya
tingkat kesuburan mencerminkan kurangnya cakupan
keluarga berencana. Berrti tujuan dari keluarga berencana yaitu
meningkatkan kesejahteraan keluarga belum sepenuhnya tercapai.