Selasa, 19 Agustus 2014

Indikator Status Kesehatan Wanita

Pendidikan
Pendidikan berpengaruh kepada sikap wanita terhadap kesehatan. Rendahnya pendidikan membuat wanita kurang perduli terhadap kesehatan. Mereka tidak mengenal bahaya atau ancaman kesehatan yang mungkin terjadi terhadap diri mereka. Sehingga walaupun sarana yang baik tersedia mereka kurang dapat memanfatkan secara optimal karena rendahnya pengetahuan yang mereka miliki. Faktor sosio ekonomi clan pendidikan yg rendah satu sama lain sangat eras hubungannya. Kualitas sumber daya manusia sangat tergantung dari kualitas pendidikannnya. Dengan demikian, program pendidikan mempunyai andil besar terhadap kemajuan sosial­ekonomi suatu bangsa. Menurut Indonesia Human Development Report 2004, Indonesia telah berhasil meningkatkan rata-rata lama sekolah dari 6,7 tahun pada tahun 1999 menjadi 7,1 tahun pada tahun 2002. Bahkan menurut Susenas 2000, meningkat menjadi masing­masing 6,5 tahun dan 7,6 tahun untuk penduduk perempuan dan laki-laki.
Telah diakui bahwa kemampuan membaca clan menulis merupakan ketrampilan dasar yang dibutuhkan penduduk untuk mampu mengemukakan pendapat. Sampai dengan tahun 2004, persentase perempuan yang melek huruf terns mengalami peningkatan, meskipun persentasenya masih lebih rendah dari laki-laki. Pada tahun 2004, masih terdapat 11,71 persen perempuan usia 10 tahun ke atas tidak bisa membaca dan menulis dibanding laki4aki yang hanya 5,34 persen. Persentase ini telah mengalami penurunan signifikan masing-masing dari 14,16 persen dan 6, 31 persen pada tahun 2000.


Usia Harapan Hidup
Umur harapan hidup pada suatu umur adalah sebagu rasa-rasa jumlah tahun kehidupan yang masih dijalani oleh seseorang yang telah berhasil mencapai umur tepat x dalam situasi mortalitas. Di Indonesia angka harapan hidup perempuan pada tahun 2005 mencapai 71,1 tahun Angka harapan hidup pada suatu usia merupakan indikator untuk menunjukkan derajat kesehatan dan status sosial ekonomi secara umum. Semakin tinggi angka harapan hidup dapat dikatakan semakin tinggi derajat kesehatannya. Berdasarkan WHO (1999) angka harapan hidup orang Indonesia menempati urutan ke 103 di dunia.

Angka Kematian Ibu
Kematian ibu adalah kematian pada ibu yang terjadi pada saat kehamilan, persalinan dan nifas yang disebabkan oleh komplikasi/ penyulit kehamilan, persalinan dan nifas. Angka kematian ibu menjadi salah satu indikator derajat kesehatan masyarakat. Kehamilan, persalinan dan nifas merupakan proses yang alamiyah. Tingginya angka kematian ibu menunjukan rendahnya derajat kesehatan. Angka kematian ibu di Indonesia pada tahun 2006 sebesar 226/100.000 kelahiran hidup. Menurut WHO penyebab tingginya Angka Kematian Ibu, dipengaruhi oleh tiga faktor yaitu, infeksi (pasta persalinan, aborsi, PMS), perdarahan ( antepartum, post partum) dan penyulit persalinan (CPD, mal presentasi) sedangkan 5 penyebab utama kematian ibu adalah abortus, eklamsia, persalinan terhambat, perdarahan post partum, sepsis puerpereal.
Keterlambatan bearati kematian. Tahap-tahap keterlambatan yaitu terlambat mengambil keputusan untuk mencari pelayanan, keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan dan keterlambatan menerima penanganan yang tepat. Keterlambatan mengambil keputusan di pengaruhi oleh faktor status ekonomi, status pendidikan, status wanita dan karakteristik penyakit. Keterlambatan dalam mencari fasilitas kesehatan dipengaruhi jarak, transportasi, jalan dan biaya. Sedangkan keterlambatan dalam menerima penanganan yang tepat di pengaruhi oleh kualitas pelayanan yang diharapkan para wanita di dalam fasilitas pelayanan kesehatan dan jenis pertolongan yg tepat (staf yang ahli, obat-obatan, peralatan steril, darah untuk tranfusi).

Tingkat Kesuburan
Total Fertility Rate (TFR) atau Angka Kesuburan Umum adalah jumlah lahir hidup pertahun dibagi dengan jumlah wanita usia subur pertengahan dalam persen atau permil. Berdasarkan SDKI 2002/2003 tingkat kesuburan di indonesi mencapai 2,6 perempuan. Angka ini menunjukkan tingkat reproduksi indonesia tinggi dan populasi seperti ini akan meningkatkan angka kelahiran. Seperti yang telah diketahui ada beberapa permasalahan kependudukan yang di alarm Inddonesia antara lain beban jumlah penduduk yang besar. Jumlah penduduk Indonesia menempati urutan ke 4 terbesar setelah China, India, USA. faktor utama yg mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk ialah tingkat kelahiran. Tingginya tingkat kesuburan mencerminkan kurangnya cakupan keluarga berencana. Berrti tujuan dari keluarga berencana yaitu meningkatkan kesejahteraan keluarga belum sepenuhnya tercapai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar